Pungguk rindu Rembulan

Kumpulan puisi sang pungguk rimba aji

Aku kalah

Cinta yangdulu… pernah aku alami

Kini tak lagi aku miliki….

Biarlah biar sudah aku yang mengalah

Walau hatiku masih sayang padamu

Namun apa kan daya tuhan yang menentukan

Padamu tuhan ku panjat doa

Agar dia bahagia saat kami tak lagi bersama

Berahirlah sudah semua kisah kita…

Yang terbina dengan waktu yang tak lama

Biarlah ku kenang cerita cinta ini

Kini biar ku sendiri meratapi sepi…

Tak mungkin cepat jatuh cinta lagi

Dikala hati masih terlukai…, dan takut terluka lagi…

If love….

Jika  cinta itu indah….

Jangan biarkan ia dikotori

Jika cinta itu seputih salju

Jangan sampai berwarna merah darah…

Jika cinta itu seterang bintang

Jangan biarkan ia meredup

Jika cinta itu sebenderang bulan

Jangan biarkan ia ditelan gelapnya malam…

Jika benar cinta itu seindah kata pujangga

Jagalah selamanya keindahan itu…

Duluku Pernah Berucap

Tuhan….

Jika cintaku ini hanya sebatas mimpi

Jangan bangunkan aku esok pagi

Jika percintaan ini benar nyata

Biarkanlah ia abadi….apa adanya

Nyatonyo kini cintaku memang abadi…tuhan

Terbuai ke alam mimpi…

Entah kapan sadar kembali,,,

Ohhh tuhan kenapa mesti hanya mimpi…

Yang bisa ada kesetiaan menanti kebahagiaan…

Tapi tuhan mimpi-mimpi ini bisa nyata & abadi

Karena kau ciptakan cinta tuk tak saling benci tapi tuk saling mengasihi,,,

Berbahagialah bila telah temukan cinta sejati…

distance.

Jarak yang datang merebut sari bunga cintaku

Jarak jua yang mengalihkan rasa segala rasa

Hanyalah jarak itu alasanmu

Kini engkau telah pergi,,,

aku sendiri  berteman sunyi

Semoga yang ku alami ini…

tak kan terjadi sampai kedua kali

Asapun terbang melayang jauh

Mimpi  yang indah… kini telah hilang

Hati siapa yang rela jatuh terpecah,

karena cinta

Hati yang luka pedihnya di dalam dada,

tiadalah obatnya

moga nanti kau juga kan mengalami,,,

jangan tangisi bila cintamu  pergi…

terus sirami bila cintamu  masih bersemi…

Hari-hari yang Sepi

Kududuk melamun di senja hari,
Hatiku sendu menatap rindu.
Dikeheningan malam yang syahdu,
sepi menyelimuti di dalam kalbu.
Bila Malam telah tiba,
hatiku semakin menderita.
Tiada kasih di dalam jiwa,
yang menghibur hati di kala duka,
Termenung dalam kesendirian,
Sunyi mencekam dalam keheningan.
Tiada bulan bintangpun menghilang,
Yang kulihat hanya gelapnya malam.
Hari-hari sepi di dalam kalbu,
yang kuingat hanyalah dirimu.
Datanglah engkau di malam ini,
walaupun hanya di dalam mimpi.
Mimpi-mimpi yang indah telah sirna,
hilang bersama badai kehancuran,
Hati ini hancur dan tak bisa diukur,
hidupku pun kini menjadi amburadul.
Hidup ini begitu tak pasti,
kehendakku sering tak terpenuhi.
Hidupku malang telah kepalang,
tiada angan untuk suatu harapan.
Kasih sayang yang selalu kudambakan,
namun apa yang aku kudapatkan.
Kasih pujaan telah hilang bersama awan,
tinggallah kenangan yang tak terlupakan.
Oh….. Betapa pilu hati nan rindu,
hancur berkeping kian tak menentu.
Hidupku bagaikan lilin yang akan redup,
goyah oleh tiupan angin yang berhembus.
Oh…. betapa kerinduan akan kasih sayang,
membuat jiwaku melayang ke atas awan.
Namun apa yang selalu kudapatkan,
hanyalah tiupan debu kehancuran.
Ya Allah Ya Tuhan Yang Maha Pengasih,
Kasihanilah diriku yang sedang sepi.
Berikanlah aku pelita penerang jiwa,
Agar jalan hidupku terang senantiasa.
Ya Allah Ya Tuhan yang Maha Besar,
Berikanlah aku ketabahan dan kesabaran.
Bimbinglah aku agar tetap tegar….
Agar hidupku tak hilang dalam kehancuran.
Ya Allah ya Tuhanku…..
Hanya kepada-Mu-lah aku bertumpu.
Aku serahkan semua sisa hidupku,
Bimbinglah aku selagi aku mampu,
Agar kebahagiaan datang dalam hidupku…..

Terima

Aku terima ini…

Adalah takdir dari yang esa

Laksana teriris sembilu perihnya hati terluka…

Terkubur impian yang dibina bersama

Berakhirlah sudah ikatan cinta

Walau ahirnya kita terpisah,

Oleh masa dan suasana yang tak pernah dipinta.

Namun percayalah… tidak sedikitpun,

Kasihku kepadamu surut dan apa lagi hendak berubah.

Pasti suatu masa kita kan bersama lagi

Engkau dan aku pasti jua nikmati cinta yang hakiki

Walaupun tak  pasti entah bila masanya

hatimu dan hatiku akan bertemu lagi

Tuk nikmati bersama lagi….Cinta yang suci…

Andai kita tak bersua lagi….

Ijinkan selamanya namamu dihati

The is the end of love

I Knuckle Under

Ku akui kekalahanku tuk bisa bersamamu

Ku menjauhi apa yang sempurna dariku

Ku berdiam diri bila ada kamu

Ku kan sembunyi hingga kau tak melihatku

Ku kan menunduk tuk tak menatapmu

Ku kan pergi tuk tak menggangumu

Sebagai tanda kekalahanku……….

Ku kan sendiri hingga waktu yang tak tentu

Ku kan selalu menyintai diriku…

Supaya tak lagi tersakiti

Cinta ada dijiwa

Bila kau menyintai…..

Ikatilah dengan kesetiaan yang nyata…..

Bila kau hanya berpura….

Tentunya ada hati yang akan lara…..

Andaikan cintamu di dustai….

Kan akan mengerti siksanya,

Hati yang t’lah terluka…..

Hati yang lara ditambah luka……

Tak dapat kau bayangkan

Betapa tesiksanya perasaan……

Kala kau dustai aku…….

Ku harap bila nanti kau menyinta

Tak akan ada lagi siksanya cinta

Bila menyinta janganlah berdusta

Cinta adanya dijiwa……

Sakitnya tak nyata namun terasanya lama

Awal dan akhir

28 oktober 07

Engkau berikan daku sebuah harapan

Bagiku harapan itu sebuah harapan

Yang nantinya akan jadi kesempurnaan.

Sejak itu pula engkau ku jadikan alas an segala harapan.

Alasan untuk meninggalkan kehampaan.

Serta alasan tuk kudapatkan kebahagiaan.

18 april 08

Ku ucapkan terima kasih

Terima kasih engkau pernah jadi,

Pernah jadi tempat singgah hatiku…

Hari itu….

Berakhirlah sudah kisah Cinta kita.

Dan….

Akan ku kenang sebagia sejarah dalam hidupku.

Sirnalah…

Sirna semua anggapan bahwasannya

Jarak akan membuat kerinduan

Penantian berujung pertemuaan….

Awal yang indah berahir duka

Karana cinta maka manusia ada

Cinta itu manis laksana gula

Adanya cinta, dunia terasa indah

Hujan disertai dinginnya, Matahari di iringi oleh teriknya

Pegunungan dengan udara sejuknya,

Lautan beserta pasir putihnya….

Menjadi bersahabat atas nama cinta

Dalamnya lautan dan luasnya samudra

Menjadi tak berarti karena cinta

Terkadang cinta buat kita buta mata

Hingga tak kala mata terbuka…

Kita tak percayainya….yang ada timbul kecewa…

Alkisahmu memang indah, tapi kenapa berahir siksa.

Cinta memang suci sesuci embun dikala pagi…

Tapi keinginan memiliki justru menginjaknya…

Aku sadar diri…. Bahwa cinta tak harus memiliki…

Biarlah cintaku abadi, didalam memori….

Dinginnya malam aku sendiri meratapi…

Akhir dari semua ini,yang tak kumengerti….

Kumemohon padamu duhai pujaan…

Datanglah padaku… berikanlah jawaban…

Biar tenang jiwaku menghadapi cobaan…

Gumaman diri

Kau datang lalu pergi,

Kemunculanmu bak sinar kilat, lalu hilang dalam sekejap.

Saat-saat ku mengharap sinar penuntun jalan dikegelapan.

Keberadaanmu bak kumbang kala taman bunga sedang bemekaran.

Ketiadaanmu adalah saat taman bunga tak lagi bermekaran,

Yang layu setelah kau tinggalkan.

Aku hanyalah seorang….

Aditya si manusia maya yang tiada dialam nyatanya,

Kemunculanku bersama sejarah yang telah berdebu,

Yang tak pernah tertoleh di kehidupan akan datang.

Dan untuk itu aku ucapkan…

Walau terhentinya waktu, hingga bumi entah kemana

Engkau kan tetap kucinta…

Biarpun hatimu telah jauh pergi…

Engkau kan tetap kusayangi…

Alangkah bahagia bila mendapat kekasih yang setia..

Yang tak membuat bencana atas cintanya.

Tiada guna jua ku meratapinya, bila ia telah menutup matanya.

Andaikan tertakdir cintamu didustai, kau akan mengerti.

Betapa pilunya hati…tersayat sembilu cintamu.

Tiada guna jua ku mendendam rasa kepadamu,

Hingga tertutup mata hatiku…..atas maafmu.

Aku masih seperti aku yang dahulu….

Antara menunggu dan tak berharap kepulanganmu…

Sebuah Harapan Indah..

Haji Rhoma mengatakan gunung tinggi akan kudaki

Lautan luas kan di seberangi…

Namun aku… aku tak lah mampu…dengan semua itu..

Tatkala kudaki gunung yang tinggi, akupun takut cintaku begitu tinggi…

Tatkala ada lautan yang luas, akupun takut cintaku meluas…

Karena apa…..

Karena aku takut saat cintaku begitu tinggi padamu…

Aku… terjatuh… dan patah….lagi..

Karenanya aku takut disaat cinta ini meluaskan kasihnya..

Dan aku tenggelam bersama….cintaku itu kembali.

Aku tau cinta itu…tinggi, setinggi gunung….

Aku merasa cinta itu luas…, seluas lautan….

Namun… apakan daya…

Aku sudah terlanjur takut akan semuanya…

Jadi…biarlah…

Biarlah…waktu memberi penjelasannya…

Biarlah… tuhan yang menuntun kita semuanya…

Hingga kita semua berada di ujung cinta yang tak berujung…

Cinta yang tak berujung.. duka dan laranya.., namun…

Namun berakhir dengan bahagia bersama…..

Cinta yang hina

Duhai cinta….

Temukanlah aku diantara puing-puing kehancuranmu..

Jumpailah diri ini ditempat yang telah kusam, kumal…

Serta berdebu setelah engkau meninggalkannya….

Lihat….lihatlah angin yang telah siap menerbangkanku…

Dan lihatlah kehancuran yang telah kau perbuat…

Kini kusam…. dan berdebu hari-hariku tanpamu…

Masihkah dapat sempurna kepingan ini…dimatamu…

Kurasa tidak… kebahagian telah datang padamu…

Dengan hati yang berkeping-keping…

Aku menatapmu…dari kejauhan…..

Linangan air mata tak akan berarti lagi…

Dasar diri pengemis cinta…

Cinta suci tak akan peduli….dengan hinanya diri…

Pengemis yang lapar dan haus kasih sayang…

Terus meringkuk menahan deritanya….

Adakah yang iba dengan pengemis yang hina…

Hai …Trantib tertibkan lah pengemis ini…

Pukuli dia hingga mati, dari pada hidup serasa mati…

Ibu Jilid II

Duhai… ibu…

Kau bawa aku dari lembah yang kelam..

Kau perlihatkan kepadaku…

Sinar mentari… cahya rembulan…serta kedipan bintang-bintang

Kau ajari aku makna kehidupan…

Kau perlihatkan padaku cintanya perempuan,

Kau jelaskan segala kenyataan…sebuah kehidupan

Terima kasih kasih ibu atas semua yang kau berikan..

Dan kau tak pernah meminta balasan…

Namun kini kala mentari menyinari

Terasa seperti engkau yang memberi…

Tatkala rembulan datang….

Terasa di hati lembutnya belaian…

Sewaktu bintang-bintang bermunculan…

Aku merasa engkau muncul di hadapan…

Wahai…ibu… maafkan segala kesilafan,

Baik itu nyata maupun yang tak nyata…

Ooh.. ibuku kini aku merasa kehilangan…

Dan hanyalah selembar poto sebagai kenangan…

Tuhan tempatkan lah ibu…

Di tempat yang telah engkau janjikan…

Di tempat yang bisa membahagiakan…

Karena dia perempuan yang sangat aku muliakan…

Penantian hati

Senjatamu… tak lah nyata…namun dampaknya amat menyiksa….

Kau hancurkan pertahanan cinta…kita, hingga musnah selama-lamanya…

Ku akui kehebatanmu…Racun yang kau goreskan dihatiku…

Belumlah aku temukan penawarnya…

Ku mencoba pejamkan mata ini

Coba tuk melupakan apa yang t’lah terjadi

Namun segala kenangan indah…dulu, terus dan terus terbayang di ingatanku…

Duhai wanita yang berkerudung suci… ku akui… kekalahan ini.

Dibalik kerudung sucimu.. aku…menanti…

Cintaku kembali…sebagai penawar hati…

Ku mohon kau mengerti, hanyalah namamu di hati ini…

Padamu ilahi… kembalikan cinta suci ini…

Setelah sekian lama ku mencari… namun hati, inginkan dia kembali…

Pertanyaan Hati

Jika cinta ibarat samudra, luaskanlah pengaruhnya….

Jika cinta laksana angin, hembuskanlah kenyamanannya…

Jika cinta sekeras batu karang, ukirlah biar jadi indah dan tak menakutkan.

Jika cinta seperti perahu, kembanglah bahteranya hingga sampai tujuan…

Tak perlu sampaikan cinta bila tak ada jikanya…

Cinta bukanlah sebuah permainan…

Tapi cinta merupakan sebuah keinginan…

Ada banyak cinta yang ternoda, hanya karena permainan cinta

Ada banyak hati yang luka, hanya karena kesalahan cinta…

Dulu pujangga…. banyak mengatakan cinta ibarat embun dikala pagi..

Tapi kenapa…..? sekarang embun-embun itu hilang dikala pagi?

Akankah cinta hilang di telan masa perubahan…Abad 21 ini…?

Ataukah.. aku harus masuk dalam lorong waktu…

Agar aku dapat merasakan masa-masa keemasan cinta…

Atau…? Cinta hanya cerita fiktif belaka…. ?

Atau..? cinta hanya milik romie dan yulie saja…?

Oh….tuhan tuntunlah aku, dalam mencari apa yang ku cari…

Jelaskan padaku makna cinta yang sesungguhnya….

Inilah pertanyaan hati yang selalu menghantui…

Duhai para pujangga…..yang masih ada…

Terangkan padaku apa makna dibalik semua ini…?

Pungguk yang malang

Dikala malam dipenuhi harapan-harapan…

Dikala itu gelap datang menghadang….

Apalah arti tatkala seuguk pungguk berharap,

Mengharapkan dewi rembulan….muncul,

Muncul dengan sinarnya yang terang….

Dibalik dedaunan dan diatas ranting yang rapuh,

Pungguk terus berharap kedatangan cahaya…..

Cahaya …..yang dapat menemaninya,,,,

Dibalik gelapnya, kehidupan malam…yang gulita

Aduhai…..pungguk dikau binatang yang malang,

Engkau…berharap dan terus berharap….

Namun…… apa yang diharapkan…..

Dewi rembulan tak kunjung datang….

Ai….sudahlah kawan….!

Waktu dan jarak telah iri pada kita,,,

Sehingga apa yang diharapkan,

Dan apa yang kita ingikan tak kunjung tercapai…

Akankah terang datang dibalik gulitanya malam……….

Atau akan gelap gulita sepanjang malam….?

Akankah datang kesetiaan dan kebersamaannya…

Yang tak terhalang waktu dan jarak yang menghadang…?

Assalammualaikum

Palembang……

Suatu pagi kala tiba dari berpergian, datang seorang sahabat yang membawakan kertas berbentuk persegi empat panjang…

Setelah ku buka ada sedikit kata-kata didalamnya, namun sangatlah bermakna…

Ada sebuah poto kecil tersenyum menatap, menawarkan  persahabatan…

Aku tersenyum seraya berucap “terima kasih tuhan telah tambahkan aku satu sahabat lagi”.

Ok..! kita bersahabat karena arti persahabatan serta empat tiang penyangga yang sangat bermakna nur tuliskan…tuk diri ini….

Aku berdo’a semoga keempat tiang itu dapat bertahan, menahan masa…

Masa lalu, dan masa yang akan datang, yang tak rentan oleh waktu dan jarak yang panjang menghadang…

Wahai dara palembang…. Ku ucap terima kasih telah datang, walau hanya serupa poto namun akan selalu dapat aku kenang…

Sahabat ibarat suatu janji yang dibuat dalam hati, tak dapat ditulis, tak dapat dibaca.

Namun tak akan terpisah oleh jarak, tak akan pula terubah oleh masa…

Seperti halnya cinta, arti sahabat juga adanya di jiwa…

Tak semua bunga menandakan cinta, tapi mawar bisa…!

Tak semua tanaman bisa berdiri tegak, apabila kehabisan air. Namun kaktus bisa…!

Tak semua orang yang terpisah oleh jarak jadi sahabat, tapi nur bisa…!

Burung Irian tu… Cendrawasih, Sekian dulu.. terima kasih…!

when garden don’t again flower

Mana kala taman-taman tak lagi berbunga

Maka taman tak pernah dihiraukan

Karena taman tak lagi terawat

Maka kumbang pun enggan mendekat

Kini taman di rundung sedih,,,

Kapankah datang musim semi

Dimana saat itu bunga-bunga bertebaran

Maka saat itu pula taman kan dapat perhatian,,,

Hingga ia tak lagi kesepian….

Special For You Girls

Walau terhentinya masa di dunia

Engkau tetap ku cinta

Biarpun hatimu t’lah pergi

Engkau masih dihati

S’bab hanyalah bersama mu ku rasa bahagia

Aku memang tak bisa

Tak bisa selalu berada disamping mu

Mogalah ada yang s’lalu

Bisa mendampingimu

Memberi kasih sayang

Yang tak kau dapatkan dariku

Karena….

Ibaratkan mentari aku tak dapat menerangi mu,, Dan…

Ibarat bulan aku jauh dari pandangan mu

Namun…

Aku bersyukur t’lah mencoba s’tia &

Menyayangi mu setulus hati

Walau…

Kini kita tak dapat lagi bersatu

Aku masih menantinya,,

Pada garis tepi yang hampir memudar

Meski cintaku semakin lenyap ditelan gelap

Tapi aku selalu mencintainya

Dalam kelemahan & kekurangan yang ku punya

Pernah aku berharap…

Namun harapanku ini tak lah mungkin

Tak mungkin dapat terkabul lagi

EnTah kenapa…

K’napa bintang serasa jauh dari pandangan

K’napa bulan begitu cepat menghilang

K’napa jarak serasa lamban untuk ditempuh

K’napa dekat itu begitu sulit endak digapai

Hanya kata…

Maafkan lah daku andai bersalah

Maafkan lah daku yang tak sempurna tuk mu

Maafkan daku yang tak mampu disampingmu

Maafkan daku yang tak pernah bahagiakanmu

Waktu…

Waktu sejam dua bersamamu

Itulah masa-masa bahagiaku

Engkaulah kesempurnaan bagiku

Entah apa ada lagi untukku

Yang sesempurna ini…

Ku ucapkan…

Terima kasih t’lah menerima cintaku

Terima kasih pernah buatku bahagia walau sesaat namun berarti

Terima kasih atas rasa sayang yang t’lah kau berikan untukku

Tetesan…

Tetesan air mata yang keluar

Hanyalah pertanda tulusnya cinta ini

Diwaktu Lebaran

Sejauh apa kau menjauh dariku

Takkan hilangkan rasa sayangku padamu

Percayalah, cintaku tak sedikitpun berkurang,

Takkan ada lagi yang bisa sempurna di hati yang telah gersang lagi tandus,

Walau mungkin kau anggap aku hanya mimpi-mimpi berlalumu,

Aku takkan pernah anggap dirimu sebagai mimpiku,

Dirimu kuanggap nyata di hadapanku,

Walau tidak terlihat oleh mata nyata tapi terlihat jelas di mata hatiku,

Karna ku percaya makna dari cinta adalah ketulusan & keikhlasan

Ku tulus memberi apa yang ku bisa jalankan,

Ku ihklas kau melupakan siapa aku, ku ihklaskan cobaan cinta kepadaku

Seberapa jauhnya dirimu menghindar,,

Itu wajar adanya toh jarak kita memang jauh…namun aku tetap sayang padamu.

Biodata sang pungguk RIMBA

NAMA : SELAMAT RIADI BIN M.JAIS

NAMA PANGGILAN : ADITYA KHENZO

TEMPAT TGL LAHIR : SUKARAMI AJI, 01-12-1985

ALAMAT : JOGJAKARTA, JAKARTA, MUARADUA.

EMAIL :

-natazaman@rocketmailcom,

-puisimania@gmail.com

-khenzo_aditya_1985@yahoo.co.id

BLOG : -adityakhenzo.wordpress.com

FACEBOOK : -natazaman@rocketmail.com

TWIETER : -twieter@riadishuke

YAHOO : -khenzo_aditya_1985@yahoo.co.id

“sang pungguk dibalik gulitanya malam, ditengah rimba yang kelam” “menanti sebuah cahaya penerang kegelapan”

Cinta, Tempat semua mahluk menuju, Tempat semua mahluk berharap, Menuju pada sebuah mahligai kebahagian… Serta alasan untuk membentang layar bahtera demi mencapai pulau impian…. Dengan mengarungi lautan rintangan dan Derasnya ombak cobaan….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: